Pemateri 2 Bu Atik Qurrota A'yunin Al Isyrofi,S.KIM.,M.Kes
Tema From Organization to leadership: personal branding for the next generation
Kenapa penting berorganisasi?
sesungguhnya allah menyukai orang orang yang berjuang di jalannya dengan berorganisasi rapih, seperti sebuah bangunan yang tersusun kuat (QS.As Shaf:4).
personal branding gimana orang menilai kita.personal branding akan membuat kita berbeda dari orang lain, personal branding yang kuat membuka peluang baru. dan personal branding butuh konsisten dan menjadi diri sendiri, dan memberikan value kepada orang lain. Sekarang ga penting kita lulusan mana yang penting cara kerja kita gimana.
membahas transisi penting dalam karier, yaitu dari sekadar menjadi bagian dari sebuah organisasi (sebagai karyawan atau anggota tim) menjadi seorang pemimpin yang diakui. Fokus utamanya adalah membangun dan mengelola merek pribadi (personal branding) sebagai alat strategis untuk mencapai tujuan ini.
-Pembeda (Differentiation): Di tengah persaingan yang ketat, merek pribadi yang kuat membedakan Anda dari orang lain. Ini membantu Anda menonjol dan lebih mudah diingat oleh atasan, rekruter, atau calon klien.
-Visibilitas dan Peluang: Merek yang terkelola dengan baik meningkatkan visibilitas Anda, membuka pintu bagi peluang baru seperti promosi, proyek menarik, atau peran kepemimpinan.
-Kredibilitas dan Kepercayaan: Merek pribadi yang konsisten dan otentik membangun kepercayaan. Ketika orang melihat Anda sebagai ahli di bidang tertentu, mereka lebih cenderung mengikuti atau mendengarkan ide-ide Anda.
Keahlian Unik (Unique Skills): Kenali keahlian dan kekuatan yang membedakan Anda. Ini bukan hanya keahlian teknis (hard skills) tapi juga keahlian lunak (soft skills) seperti komunikasi, empati, dan pemecahan masalah.
Tujuan dan Visi: Tentukan apa yang ingin Anda capai. Visi ini akan memberikan arah yang jelas bagi merek pribadi Anda. Apakah Anda ingin dikenal sebagai pemimpin yang inovatif atau pemimpin yang berfokus pada pengembangan tim?
Setelah mengidentifikasi jati diri, Anda perlu merangkai cerita (narrative) yang kohesif. Cerita ini harus menjelaskan siapa Anda, apa yang Anda lakukan, dan mengapa itu penting. Narasi ini harus tercermin dalam semua interaksi dan platform Anda, dari profil LinkedIn hingga cara Anda berbicara di rapat.
Aktivasi dan Promosi (Activation and Promotion)
-Konten Online: Aktiflah di platform profesional seperti LinkedIn. Bagikan wawasan, tulis artikel, atau berpartisipasi dalam diskusi yang relevan dengan bidang Anda. Konten ini menunjukkan keahlian Anda dan membangun kredibilitas.
-Jejaring (Networking): Bangun hubungan yang otentik dan saling menguntungkan. Hadiri acara industri, terhubung dengan para pemimpin di bidang Anda, dan tawarkan bantuan atau wawasan.
-Tunjukkan Kepemimpinan (Demonstrate Leadership): Jangan menunggu untuk diberi peran kepemimpinan. Ambil inisiatif dalam proyek, menjadi mentor bagi rekan kerja, atau sukarela untuk memimpin sebuah tim. Tindakan ini menunjukkan bahwa Anda memiliki potensi kepemimpinan bahkan sebelum Anda memiliki gelar resminya.
Tantangan dan Tips untuk Generasi Berikutnya :
Generasi mendatang menghadapi tantangan unik dalam membangun merek pribadi, terutama karena batas antara kehidupan pribadi dan profesional semakin kabur di media sosial.
Konsistensi adalah Kunci: Pastikan citra yang Anda proyeksikan secara online dan offline konsisten. Inkonsistensi dapat merusak kredibilitas Anda.
Otentisitas: Jangan mencoba menjadi orang lain. Merek pribadi Anda harus otentik dan mencerminkan diri Anda yang sebenarnya. Orang dapat dengan mudah mendeteksi ketidakjujuran.
Manajemen Reputasi: Berhati-hatilah dengan apa yang Anda posting. Segala sesuatu di internet berpotensi untuk tinggal selamanya. Lakukan audit digital secara berkala untuk memastikan jejak digital Anda sejalan dengan merek pribadi yang Anda bangun.
"Staying true to yourself " usahakan jadi manusia yang bukan sibuk mencari makna hidup, tetapi justru sibuk memberi makna pada setiap yang dilakukannya dalam hidup.

Komentar
Posting Komentar